Membeli rumah saat ini semakin mudah dengan mencicil melalui Bank lewat KPR. KPR memiliki jangka waktu yang cukup panjang, sehingga angsurannya bisa diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan. Dewasa ini program pinjaman KPR tidak hanya melalui lembaga perbankan tetapi juga lembaga non bank. Sebelum mengajukan KPR Anda harus memahami jenis dari KPR.

Jenis KPR Berdasarkan Agunan

  1. KPR Pembelian. Jenis ini merupakan yang paling umum digunakan oleh masyarakat. KPR ini untuk membeli dan menggunakan rumah yang akan dibeli sebagai agunan. Jika nanti tidak bisa melunasi kredit maka rumah yang dibeli akan menjadi milik bank.
  2. KPR Multiguna. Sering disebut sebagai KPR Refinancing, dimana sistem penilaian ulang rumah yang sebelumnya telah dibeli dengan menggunakan KPR Pembelian. Pengajuan kembali kredit kepada pihak kreditor dengan jaminan rumah yang sudah dimiliki. KPR baru akan didasarkan pada nilai baru rumah dan bunga kredit baru setelah dikurangi cicilan KPR yang telah dibayar sebelumnya. Sebaiknya KPR jenis ini dilakukan minimal satu tahun setelah membeli rumah, karena harga rumah dan tanah sudah meningkat.

Jenis KPR Berdasarkan Penerima dan Tingkat Suku Bunga

KPR Non Subsidi. KPR jenis ini diberikan ke semua lapisan masyarakat, syarat dan ketentuannya diberikan oleh bank penyedia kredit. Sehingga besar suku bunga sesuai dengan kebijakan dari bank. KPR Non Subsidi ini telah ditentukan antara pihak bank dengan pihak peminjam, yang membedakan dengan KPR Subsidi adalah jangka waktu kredit, perlindungan, persentase pembayaran dan suku bunga. Untuk suku bunga KPR Non Subsidi ini ada bunga tetap atau fixed rate dan floating rate. Bunga tetap tidak akan berubah untuk masa periode yang sudah ditentukan. Jika kredit di pasaran berubah tetapi Anda masih dalam pembayaran bunga fixed rate maka cician akan tetap. Sementara bunga mengambang / floating rate ini mengikuti perubahan suku bunga kredit di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik maka cicilan juga akan bertambah, demikian sebaliknya.

KPR Subsidi. KPR ini diperuntukkan diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan ini merupakan program dari pemerintah. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat. Dengan KPR Subsidi diharapkan kebutuhan MBR akan perumahan atau perbaikan rumah terjawab. Suku bunga yang diberikan adalah 5% dan itu merupakan suku bunga tetap selama jangka waktu kredit. KPR jenis ini juga mengharuskan adanya uang muka minimal sebesar 1 %. Jangka waktu pelunasannya maksimal bisa sampai 20 tahun

KPR Syariah. KPR Syariah tidak jauh dengan KPR Non-Subsidi hanya saja semua didasarkan pada syariat Islam. Transaksi pada produk KPR Syariah menggunakan akad murabahah (jual beli) atau mutanaqishah (kerjasama sewa). Beberapa bank swasta dan milik pemerintah sekarang ini juga memiliki produk KPR Syariah.

In House KPR. Jenis yang seperti ini adalah saat developer menyediakan sistem cicilan bertahap. Pemohon in-house KPR tidak akan membayarkan angsuran ke bank melainkan ke pihak developer. Umumnya proses serah terima rumah dilakukan pada total pembayaran diatas 80% atau sesuai kesepakatan dalam Perjanjian Jual Beli yang disahkan oleh Notaris.

Bagi Anda yang ingin membeli rumah, dan melakukan pembayaran melalui KPR tetap bisa menggunakan jasa Property Consultant Galaxy. Kami akan membantu Anda untuk terhubung dengan pihak bank dan mendapatkan rumah yang diinginkan dengan menggunakan cicilan KPR.

Article Terbaru

Harga Tanah di Ibu Kota Baru Terus Naik

Last updated January 28, 2022

Jangan Salah Hitung Row

Last updated January 25, 2022

Jangan Salah Pilih Developer Bodong

Last updated January 24, 2022

Rumah Juga Perlu Asuransi, Ketahui Manfaatnya !

Last updated January 21, 2022