Saat beli rumah second perlu dilakukan proses balik nama sertifikat dari pemilik lama kepada Anda sebagai pemilik baru. Memang ada yang namanya AJB (Akta Jual Beli) saat membeli rumah, namun sebaiknya Anda segera mengurus Sertifikat dengan jenis SHM (Sertifikat Hak Milik) untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. Ketahui lebih banyak tentang syarat apa saja yang harus dipenuhi dengan peraturan yang paling baru.

Tahap Pertama, ketahuilah bahwa surat AJB harus dibuat di kantor PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Baru kemudian setelah AJB selesai dibuat pembeli bisa mengurus proses balik nama sertifikat. Pembuatan AJB pun tidak bisa sembarang, karena harus dihadiri sekurang-kurang nya dua saksi, sertifikat asli tanah, surat IMB asli, bukti bayar rekening listrik telpon air (jika ada), surat roya jika masih dibebani hak tanggungan, surat pernyataan dari penjual bahwa tanah tidak dalam sengketa, pihak penjual juga menyiapkan berkas KTP, KK, Surat nikah (jika sudah menikah) surat persetujuan pihak keluarga (bisa suami/istri), NPWP. Sementara pihak pembeli wajib membawa KTP, KK, Surat nikah (jika sudah menikah) dan NPWP. Kemudian Akta Jual Beli akan diterbitkan sebanyak dua lembar dan diberikan kepada PPAT serta BPN, sedang untuk pemilik lama dan baru akan mendapatkan salinan dari AJB.

Tahap selanjutnya segera urus sertifikat balik nama di BPN. Sama seperti AJB saat pengurusan balik nama juga ada persyaratan yang harus dipenuhi.

  1. Isi form permohonan di BPN ditandatangai pemohon atau kuasa diatas materai.
  2. Siapkan surat kuasa jika menggunakan kuasa saat pengurusan balik nama.
  3. Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan identitas kuasa apabila dikuasakan yang diverifikasi dengan aslinya oleh petugas loket BPN.
  4. Sertakan fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya
  5. sertifikat asli
  6. AJB dari PPAT
  7. Fotokopi KTP dan para pihak penjual pembeli dan atau kuasanya
  8. Izin pemindahan hak apabila dalam serifikat tercantum tanda yang menyebutkan bahwa hak hanya boleh dipindahtangankan jika telah diperoleh izin dari instansi berwenang
  9. Fotokopi SPPT dan PBB tahun berjalan yang telah diverifikasi dengan aslinya di petugas loket BPN, penyerahan bukti SSB (BPHTB) dan bukti bayar uang pemasukan (saat pendaftaran hak)

Setelah semua syarat pemberkasan ini beres, tinggal menanti sertifikat baru kurang lebih selama tujuh hari kerja. Jangan lupa siapkan dana untuk biaya balik nama sertifikat ini. Sebaiknya tanyakan ke notaris terlebih dahulu berapa dana yang harus disiapkan. Karena besarannya pastilah berbeda setiap kawasan dimana sangat tergantung dengan NJOP masing-masing kawasan.

Article Terbaru

Pandemi Surut, Investasi Properti di Jabodetabek Tetap Bersinar

Last updated June 24, 2022

Hati-Hati Sertifikat Palsu, Ini Cara Ceknya !

Last updated June 22, 2022

Mau Beli Rumah Cek Dulu Fasumnya

Last updated June 21, 2022

Mau Work From Anywhere? Jadi Property Consultant Galaxy Aja

Last updated June 15, 2022