Tidak semua orang memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah. Kamu bisa manfaatkan program KPR (Kredit Pemilikan Rumah untuk memiliki rumah idaman. Saat ini KPR sudah tersedia di bank negara ataupun bank swasta. Suku bunganya pun ditentukan dengan skema tertentu, ada yang tetap ada pula yang bunga floating (mengikuti bunga pasar). Setiap orang bisa mengajukan KPR ke bank, tapi pahami persyaratan pengajuannya. Nah agar kamu lolos KPR ini harus memperhatikan beberapa hal antara lain :

Usia Pengajuan KPR. Umumnya batasan usia untuk yang mengajukan KPR mulai dari 21 tahun sampai 55 tahun. Yang penting adalah perhatikan batasan usia paling tua dihitung ketika cicilan KPR selesai.

Penghasilan per bulan diatas UMR. Sebaiknya mulai hitung kemampuanmu dalam membayar cicilan. Bank akan menilai penghasilan apakah cukup untuk membayar cicilan KPR atau tidak. Jika sudah memiliki pasangan yang juga bekerja, maka kemampuan pasanganmu juga diperhitungkan. Jadi pastikan bahwa pendapatanmu cukup untuk membayar KPR dan kebutuhan lainnya.

Bersih BI Checking. BI Checking adalah data Bank Indonesia yang dapat memperlihatkan rekam jejak kreditmu. Proses pengecekan rekam jejak kredit akan dilakukan oleh bank dimana kamu ajukan KPR baik dalam credit card, atau pinjaman online. Jika tidak pernah melakukan pinjaman apapun, maka catatanmu pastilah bersih.

Menyiapkan DP dalam jumlah besar. Persiapkan persyaratan administatif untuk pengajuan, mulai dari fotokopi KTP/SIM, fotokopi KK, fotokopi surat nikah, fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir, fotokopi NPWP, slip gaji bagi karyawan atau laporan keuangan bagi wirausahan, surat keterangan kerja bagi pegawai dan keterangan usaha bagi wirausahan. Namun saat ini dengan program dari pemerintah sejak maret lalu, masyarakat bisa membeli rumah tanpa DP (Down Payment) atau uang muka 0%.

Selain empat hal diatas, yang juga harus kamu perhatikan adalah soal Spesifikasi Rumah dan Kelengkapan Surat Rumah yang akan di beli juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai properti yang kamu beli menggunakan KPR punya masalah hukum. Karena jika properti yang akan dibeli belum jelas status hukumnya kemungkinan besar pengajuanmu akan ditolak bank. Pastikan pula rumah memiliki sertifikat (SHM atau GHB). Punya ijin IMB dan dilengkapi Pajak Bumi dan Bangunan. Yang tak kalah pentingnya adalah membeli rumah sesuai dengan harga pasaran. Walaupun Bank melakukan proses appraisal, pahami bahwa biasanya KPR yang dikucurkan sesuai dengan harga pasaran sekitar 80-90%. Apabila membeli rumah dari developer, pastikan pula pihak developer bekerja sama dengan bank dimana kamu mengajukan KPR karena ini akan mempermudah saat pengajuan.

Kamu bisa menemukan rumah pertama yang kamu impikan dengan menghubungi Property Consultant Galaxy. Segala macam rumah tapak sesuai kebutuhanmu bisa didiskusikan bersama Galaxy. Segera hubungi kantor Galaxy terdekat.

Article Terbaru

Beli Rumah Lelang Aman dan Tenang

Last updated November 29, 2021

Perumahan Hijau Gak Buat Kamu Galau

Last updated November 26, 2021

Investasi Properti Masa Depan di Kawasan TOD

Last updated November 24, 2021

Investasi Tanah Kavling Bikin Pusing ?

Last updated November 22, 2021