ATAP GALVALUME ATAU GALVANIS ?
13 November 2020

Saat ini banyak perumahan yang menggunakan lapisan atap rumah dengan jenis Galvanis dan Galvalume. Atap rumah bahan baja memang banyak peminatnya, selain cukup ringan dan mudah dipasang juga dipercaya sangat kuat dan tahan lama. Sebenarnya kedua jenis ini memiliki sejumlah perbedaan dari sisi keunggulan dan kekurangan bisa menjadi pertimbangan Anda dalam memilih lapisan atap. 

Galvalume memiliki komposisi 55% alumunium, 43.5% Zinc dan 1.5% silikon. Dengan komposisi ini maka atap menjadi lebih tahan korosi, selain itu lapisan alumunium juga berguna untuk memantulkan sinar matahari yang menjadi penyebab panas. Ketahanan Galvalume terhadap korosi sangat tinggi, hal ini dikarenakan kandungan alumuniumnya yang tinggi. Walau ada bagian yang terkena korosi namun penyebarannya tidak akan cepat bahkan mampu menahan laju penyebaran korosi sehingga tidak makin meluas. Atap Galvalume berarti bebas rayap, jika dibandingkan dengan material seperti kayu dan tripleks. Jika tahan terhadap rayap itu berarti Anda tidak perlu khawatir sering mengeluarkan uang untuk pemeliharaannya. Sifatnya yang ringan membuat atap jenis ini mudah dipindahkan dari 1 tempat ke tempat yang lain sehingga mempercepat proses pembuatan rumah. Selain itu tidak semua tukang dapat memasang atap jenis ini, sehingga untuk biaya pemasangan cenderung mahal karena membutuhkan tukang khusus. Atap Galvalume memang berbeda dengan atap rumah material kaca, fiber, genteng juga polycarbonate. Atap jenis ini bisa sangat berisik terutama saat hujan deras atau hujan es, solusinya memang menambahkan lebih banyak isolasi saat instalasi namun tentunya Anda harus siap dengan biaya tambahan. 

Sedangkan Galvanis lebih banyak didominasi kandungan Zinc yang mencapai 97%, alumunium 1% dan sisanya adalah bahan logam lainnya. Lapisan ini melindungi atap dari polutan yang menyebabkan karat pada baja. Lapisan Galvanis tidak hanya menjadi lapisan atap saja tapi memiliki ikatan kimia yang tahan terhadap korosi dan goresan. Bahkan Galvanis bisa memperbaiki dirinya ketika mengalami kerusakan seperti goresan. Namun dalam rentang waktu yang cukup lama kualitasnya tentu akan menurun, kemudian korosi akan mudah menyebar dan menyebabkan penurunan kualitas pada atap. Atap jenis ini akan lebih tahan lama jika dilapisi cat, jika tidak atap hanya akan bertahan di kisaran 15-25 tahun saja. Misal jika dipasang dekat area pantai yang kandungan garamnya tinggi tentu akan semakin mempercepat korosi.

Karena kandungan alumunium yang berbeda antara Galvalum dan Galvanis tentu daya tahan terhadap karat juga berbeda. Alumunium sangat rentan terhadap semen dibandingkan bahan zinc tapi alumunium jauh lebih tahan karat dibandingkan zinc. Dapat dikatakan bahwa Baja Lembaran yang dilapisi alumunium akan sangat tahan terhadap karat tetapi tidak tahan terhadap keropos dibandingkan dengan baja lembaran yang dilapisi Zinc. Semua kembali lagi kepada Anda sebagai pemilik rumah mau pilih Galvalume atau Galvanis, sesuaikan dengan budget dan kebutuhan jangka panjang.

Latest News