ISI SURAT PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH, PAHAMI BAIK-BAIK!
04 September 2020

Saat Anda memutuskan membeli rumah pastilah ada surat perjanjian jual beli rumah. Didalamnya tertulis perihal apa saja yang harus dilakukan oleh tiap pihak, tata cara pembayaran, lokasi rumah, dan sebagainya. Surat perjanjian ini dibuat oleh kedua belah pihak yang akan melaksanakan transaksi jual beli rumah. Perjanjian ini dibuat untuk mengantisipasi sengketa di kemudian hari antara pihak penjual dan pembeli. Dalam hal ini, proses surat perjanjian tersebut melibatkan notaris agar isi perjanjian atau dokumen lainnya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia. 

Isi Surat Perjanjian Jual Beli Rumah adalah sebagai berikut :

1 .Identitas Penjual & Pembelan

2. Identitas Rumah 

3. Tanda Tangan dan Pengesahan Diatas Materai

4. Isi Surat dan Pasal-Pasal

  Memasuki bagian isi surat terdapat sejumlah kesepakatan terkait transaksi. Biasanya akan tercantum sejumlah kesepakatan seperti dibawah ini:

a).Harga. Harga yang ada dalam surat perjanjian jual beli ini bisa mencakup 3 hal yakni harga dari tanah yang dijual, harga dari bangunan rumah dan akumulusi keduanya.

b).Cara Pembayaran. Bisa dilakukan secara tunai, dicicil atau KPR dengan mencantumkan tanggal pembayaran terakhir untuk pelunasan pembelian.

c).Uang Tanda Jadi. Untuk memperjelas dan mengesahkan status dimulainya proses penjualan. Uang tanda jadi ini mengikat kedua belah pihak, baik melalui pembayaran tunai maupun KPR. Pada pelaksanaannya disertai perjanjian dimana pihak pertama tidak akan menjual rumah ke pihak lain, dan pihak kedua akan melunasi pembayarannya.

d).Jaminan dan Saksi. Jaminan dan saksi ini ditujukan bagi pihak pertama agar mengukuhkan dan membuat kejelasan mengenai rumah yang dijual memang dimiliki oleh dirinya. Karena harus ditunjukkan sekurang-kurangnya dua saksi yang mampu membenarkan status kepemilikan tersebut.

e).Penyerahan dan Status Kepemilikan. Penyerahan dan status ini menandai kapan dilakukan penyerahan rumah beserta sertifikat dan kunci simbol dari pihak pertama.

f).Balik Nama Kepemilikan. Pasal tentang balik nama ini mengatur cara alih nama sertifikat. Proses ini bersifat mengikat pihak pertama untuk sepenuhnya membantu proses balik nama ke pihak kedua. Selain itu, dicantumkan juga kewajiban pembayaran biaya balik nama yang sepenuhnya ditanggung pihak kedua.  

g).Pajak, iuran dan Pungutan. Sebelum penandatangan, seluruh iuran, pajak dan pungutan yang berlaku di rumah tersebut masih ditanggung pihak pertama. Akan tetapi setelah penandatangan, maka beban itu semua akan ditanggung pihak kedua.

h). Masa Berlaku Perjanjian dan lain-lain. Masa berlaku perjanjian ini berfungsi untuk mengatur hal-hal yang tidak diinginkan. Misal saat perjanjian dibuat, pihak pertama meninggal dunia. Maka dengan adanya masa berlaku surat perjanjian ini masih bisa terus berlangsung dan diwakili oleh pewaris sah dari rumah tersebut. 

 

Latest News