PROSEDUR SAAT BELI RUMAH DENGAN OVER KREDIT
03 September 2020

Membeli rumah dengan cara handover kredit adalah salah satu pilihan. Pembelian dengan cara ini merupakan pengalihan pembayaran dari debitur lama ke debitur baru. Akan tetapi perlu kehati-hatian untuk melakukan prosedur ini.

CARA PERTAMA

Take over ini bisa dengan cara membeli langsung ke pemilik lama. Dimana pembeli dan pemilik lama langsung ke bagian kredit bank untuk mengajukan peralihan. Anda sebagai calon pembeli mengajukan permohonan sebagai debitur baru untuk menggantikan posisi penjual (pemilik lama) sebagai debitur lama. Setelah kredit disetujui, maka Anda menandatangani berkas perjanjian kredit baru atas nama Anda berikut akta jual beli dan pengikatan jaminan. Dengan skema seperti ini maka sertifikat atas nama pemilik lama sudah bisa langsung dibalik nama atas nama Anda. Sertifikat tersebut menjadi jaminan yang dipegang oleh bank dan bisa diambil setelah kredit lunas.

CARA KEDUA

Skema selanjutnya adalah memindahkan hak atas tanah dan bangunan dengan menggunakan akta notaris. Caranya, pemilik lama dan Anda selaku pembeli datang ke notaris dan membawa semua berkas. Nantinya pihak notaris akan membuatkan akta pengikatan jual beli atas: pengalihan hak atas tanah dan bangunan, surat kuasa untuk melunasi sisa angsuran, kuasa untuk mengambil sertifikat. Lalu pemilik lama akan menandatangani surat pemberitahuan dari perbankan perihal peralihan hak atas tanah yang dimaksud. Sejak dilakukan pengalihan tersebut, angsuran dan sertifikat yang masih atas nama pemilik lama akan beralih ke nama Anda sebagai pembeli untuk melunasi dan mengambil sertifikat asli yang dijaminkan ke pihak bank.

Setelah semua selesai maka penjual dan pembeli wajib menyampaikannya ke pihak bank terkait perpindahan kepemilikan over kredit rumahnya. Proses melalui notaris ini memang lebih mudah dan cepat serta biaya relatif lebih murah jika dibandingkan dengan cara pertama. Dengan cara kedua ini angsuran cicilan KPR masih atas nama pemilik lama. Dengan akta notaris dan bukti surat pemberitahuan maka Anda selaku pembeli memiliki jaminan untuk mengambil sertifikas asli. Sertifikat ini nantinya sudah ditandatangani kedua belah pihak setelah cicilan kredit dilunasi.

Sementara itu untuk surat atau dokumen yang dibutuhkan untuk proses over kredit, al:

  1. Buku tabungan yang digunakan untuk pembayaran angsuran
  2. Bukti pembayaran angsuran terakhir sebelum over kredit
  3. Fotokopi SPPT PBB 5 tahun terakhir dilengkapi bukti lunas
  4. Fotokopi IMB
  5. Fotokopi sertifikat
  6. Fotokopi perjanjian kredit dan surat penegasan perolehan kredit
  7. Fotokopi KTP Suami Isteri penjual dan pembeli
  8. Fotokopi Kartu Keluarga penjual dan pembeli
  9. Fotokopi Akta nikah (jika sudah menikah)


Latest News