SERTIFIKAT TANAH DALAM BENTUK ELEKTRONIK
11 February 2021

Kabar akan adanya sertifikat tanah yang ditarik kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan akan diganti dengan sertifikat elektronik sedang menjadi perbincangan hangat. Menyusul terbitnya Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang (Permen ATR) No 1/2021 tentang Sertifikat Elektronik yang akan berlaku tahun ini. Ketika ada perubahan dari sertifikat manual menuju elektronik maka warga tidak lagi membutuhkan yang manual, mengapa ? Karena dianggap sertifikat manual ini sangat tidak aman, mudah hilang, mudah diambil orang dan mudah digandakan. 

Sertifikat elektronik juga praktis dan mudah, karena Anda tidak perlu panik ketika hilang. Sertifikat elektronik tersimpan secara elektronik dan dapat diakses atau diunduh melalui applikasi sentuh tanahku. Program ini sedang berjalan, namun baru terbatas pada kantor pertanahan yang siap dan mudah diawasi seperti Jakarta dan Surabaya. Memang tidak bisa dilakukan secara serentak namun secara gradual, dan diawali dengan uji coba sebelum pelaksanaan serentak. Sejumlah data elektronik dari sertifikat tanah ini nantinya akan memuat data pemegang hak, data fisik dan data yuridis bidang ta nah yang valid dan terjaga otentifikasinya.

Yang harus Anda perhatikan bahwa dalam Sertifikat elektronik ini logo Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional sejajar dengan lambang negara. Jenis hak menyesuaikan hak atas tanah yang akan diberikan, dimana nomer identifikasi bidang (NIB) merupakan single ID yang menjadi referensi seluruh kegiatan pendaftaran tanah. Ada juga kode unik/hashcode dan QR code untuk mengakses informasi langsung E-Certificate, kalau yang manual ada kode blanko dengan nomer seri huruf dan angka. Gambar bidang tanah dilengkapi dengan keterangan surat ukur dan QR Code menuju surat ukur elektronik. Di sertifikat itu nantinya juga tetap ada tanda tangan elektropnik dan cap kantor pertanahan, beda dengan yang manual tanda tangannya juga manual sehingga rawan dipalsu.


Latest News